Romantis! Anisa Rahma dan Suami Kulineran di Mekkah hingga Madinah

Kulineran menjadi salah satu aktivitas favorit banyak pasangan saat liburan. Namun, bagi Anisa Rahma dan suaminya, kegiatan ini terasa lebih istimewa. Mereka menjelajahi pusat jajanan di Mekkah dan Madinah sambil menikmati momen kebersamaan. Setiap sudut kota suci ini menyimpan cita rasa unik yang menggoda selera. Pasangan ini tidak hanya beribadah, tetapi juga memanjakan lidah dengan aneka hidangan lokal. Perjalanan mereka penuh kejutan dan kehangatan yang sulit dilupakan.
Memulai Petualangan Kulineran di Tanah Suci
Pertama-tama, Anisa dan suami memulai eksplorasi mereka dari kawasan sekitar Masjidil Haram. Mereka memilih waktu pagi hari karena suasana masih sejuk dan nyaman. Banyak pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas Arab seperti falafel dan hummus. Aroma rempah-rempah langsung menyambut mereka begitu melangkah keluar dari hotel. Selain itu, mereka juga menemukan jus segar yang dijual dengan harga terjangkau. Minuman dingin ini menjadi pelepas dahaga setelah berkeliling.
Selanjutnya, mereka mencoba berbagai jenis kurma yang terkenal manis dan legit. Kurma Ajwa menjadi favorit Anisa karena teksturnya yang lembut. Suaminya lebih menyukai kurma Sukkari yang memiliki rasa karamel alami. Di sela-sela aktivitas, mereka duduk di sebuah kafe kecil yang menyajikan kopi Arab. Secangkir kopi hangat menemani percakapan hangat mereka tentang pengalaman ibadah. Momen seperti ini membuat ikatan mereka semakin kuat.
Eksplorasi Rasa di Mekkah
Mekkah menawarkan banyak pilihan tempat makan yang mengesankan. Salah satu favorit Anisa adalah restoran yang menyajikan kabsa, nasi berbumbu dengan daging domba. Hidangan ini memiliki rasa gurih yang kaya dan sedikit pedas. Kemudian, mereka juga menjajal samosa isi daging yang renyah di luar. Camilan ini sangat populer di kalangan peziarah karena praktis dan lezat. Anisa mengaku bahwa makanan jalanan di sini memiliki cita rasa yang autentik.
Selain itu, mereka tidak melewatkan mencicipi manuka, sejenis madu asli Arab yang langka. Madu ini dijual di toko-toko khusus dengan harga yang lumayan mahal. Namun, Anisa bilang rasa manis alaminya sepadan dengan harga. Suaminya bahkan membeli beberapa botol sebagai oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia. Mereka juga menemukan toko roti yang menjual khubz, roti pipih Arab yang empuk. Roti ini sering menjadi pendamping sup atau kari yang hangat.
Petualangan Kulineran di Madinah
Setelah puas di Mekkah, Anisa dan suami melanjutkan perjalanan ke Madinah. Kota ini memiliki atmosfer yang lebih tenang namun tetap kaya akan hidangan lezat. Mereka langsung menuju pasar tradisional yang ramai di sore hari. Pasar ini menjual berbagai macam rempah, kacang-kacangan, dan manisan khas. Anisa sangat senang karena bisa mencicipi sambal hijau khas Madinah yang pedas segar. Rasa sambal ini berbeda dengan sambal di Indonesia, tetapi tetap nikmat.
Kemudian, mereka berkunjung ke sebuah rumah makan yang menyajikan mandi, nasi gurih dengan potongan ayam panggang. Aromanya wangi karena campuran kapulaga, kayu manis, dan saffron. Suami Anisa memuji kelembutan daging ayam yang dimasak dengan sempurna. Mereka juga memesan sup lentil yang hangat dan menyehatkan. Hidangan ini sangat cocok untuk mengembalikan energi setelah berjalan jauh di bawah sinar matahari. Tidak lupa, mereka menikmati es krim kurma sebagai penutup yang manis.
Momen Romantis di Tengah Jajanan
Satu hal yang membuat perjalanan ini sangat romantis adalah aksi spontan suami Anisa. Dia membelikan aneka makanan kesukaan Anisa tanpa diminta. Misalnya, ketika mereka melihat gerai yang menjual knafeh, keju panggang bersiram sirup. Suaminya langsung memesan dua porsi tanpa ragu. Anisa tersenyum sambil menikmati setiap gigitan yang lumer di mulut. Suasan malam hari di Madinah juga menambah kehangatan, dengan lampu-lampu yang temaram.
Selain itu, mereka sering berbagi porsi makanan untuk merasakan lebih banyak varian. Cara ini menjadi keseruan tersendiri karena mereka bisa saling merekomendasikan rasa. Anisa mengakui bahwa momen-momen kecil ini membuat hubungan mereka semakin mesra. Tidak ada hal yang terlalu mewah, tetapi kebersamaan menjadi yang utama. Mereka juga sering duduk di bangku taman sambil mengamati aktivitas penduduk lokal. Pengalaman seperti ini sulit tergantikan oleh liburan ke tempat lain.
Tips Kulineran ala Anisa Rahma
Berdasarkan pengalaman, Anisa menyarankan para peziarah untuk tidak ragu mencoba makanan jalanan. Pertama, perhatikan kebersihan tempat penjual agar tidak mengalami masalah perut. Kedua, tanyakan bahan-bahan yang digunakan jika memiliki alergi tertentu. Ketiga, jangan lupa membawa air mineral karena udara di Arab Saudi cukup kering. Keempat, cicipi makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu. Dengan cara ini, Anda bisa mengeksplorasi lebih banyak jenis kuliner.
Suami Anisa juga menambahkan bahwa komunikasi dengan penjual sangat penting. Kebanyakan penjual ramah dan senang menjelaskan cara pembuatan makanan. Gunakan bahasa Inggris sederhana atau tunjuk gambar jika perlu. Selain itu, jangan lewatkan untuk berbelanja oleh-oleh seperti kacang arab dan zaatar. Bahan-bahan ini mudah dibawa pulang dan bisa menjadi kenangan manis dari perjalanan Anda. Pastikan juga untuk mengecek aturan bea cukai sebelum membeli produk dalam jumlah besar.
Kesan Mendalam dari Pasangan Artis
Anisa Rahma mengaku bahwa perjalanan Kulineran ini memberikan pengalaman spiritual yang unik. Selain menjalankan ibadah umrah, mereka juga belajar tentang budaya melalui makanan. Setiap hidangan menyimpan cerita dan tradisi yang panjang. Misalnya, cara penyajian kabsa yang menggunakan tangan kanan menunjukkan etika lokal. Hal ini membuat mereka semakin menghargai perbedaan dan kekayaan budaya. Suami Anisa juga merasakan hal yang sama, bahwa makanan bisa menjadi jembatan antar budaya.
Di penghujung perjalanan, mereka mengaku bahwa momen-momen sederhana justru paling membekas. Seperti ketika mereka berbagi seporsi nasi di pinggir jalan sambil tertawa. Atau saat mereka berhasil menemukan toko kurma langka setelah bertanya kepada beberapa orang. Semua memori ini akan selalu mereka simpan dalam hati. Anisa dan suami berjanji akan kembali ke Tanah Suci suatu hari nanti. Tujuan mereka tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga melanjutkan eksplorasi kuliner yang belum selesai.
Inspirasi untuk Pasangan Lain
Jika Anda berencana melakukan perjalanan serupa, ada baiknya menyusun daftar tempat makan yang ingin dikunjungi. Anisa merekomendasikan untuk mencari referensi dari blog travel atau vlog sebelum berangkat. Dengan demikian, Anda tidak akan kehilangan waktu berharga selama di sana. Selain itu, jangan ragu untuk bertanya kepada penduduk lokal tentang rekomendasi mereka. Siapa tahu Anda menemukan hidden gem yang tidak ada di panduan turis. Fleksibilitas jadwal juga penting agar Anda bisa menikmati setiap momen tanpa terburu-buru.
Terakhir, jangan lupa untuk mengabadikan setiap momen dengan kamera. Foto-foto makanan dan pemandangan bisa menjadi kenang-kenangan yang indah. Namun, ingatlah untuk tetap hormat terhadap tempat ibadah dan penduduk setempat. Wikipedia juga menyediakan informasi menarik tentang sejarah kuliner Arab jika Anda ingin belajar lebih dalam. Dengan persiapan yang matang, liburan Anda pasti akan berjalan lancar dan penuh kejutan. Selamat berpetualang dan menikmati kelezatan di Tanah Suci!
Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi dan informasi yang tersedia. Selalu cek kebijakan perjalanan terkini sebelum berangkat.
Baca Juga:
3 Resep Bubur Ayam Favorit Sarapan Gurih